Sawit Jadi Solusi atau Masalah Baru? Ajakan Tanam Sawit Presiden Prabowo Subianto Tuai Pro dan Kontra
Februari 13, 2026
Sawit Jadi Solusi atau Masalah Baru? Ajakan Tanam Sawit Presiden Prabowo Subianto Tuai Pro dan Kontra
Jum'at, 13 Februari 2025
Oleh: Lina AmaliaKonsultan & Satff Legal LBH Anamfal
Jakarta — Ajakan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat untuk kembali menanam kelapa sawit menuai beragam tanggapan. Di satu sisi, sawit dianggap sebagai komoditas strategis yang mampu menggerakkan roda perekonomian. Namun di sisi lain, para pemerhati lingkungan mengingatkan bahwa tanaman sawit bukan solusi bagi persoalan kerusakan lahan dan erosi tanah.
Kelompok yang mendukung kebijakan tersebut menilai sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi di banyak daerah. Industri sawit menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi sumber penghidupan utama bagi petani. Mereka berpendapat, jika dikelola secara berkelanjutan, perkebunan sawit dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
Menurut pandangan kelompok pro, perluasan sawit dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus memperkuat daya saing ekspor nasional. Mereka juga mendorong penerapan praktik perkebunan ramah lingkungan, seperti menjaga kawasan hijau dan menanam kembali lahan yang telah digunakan.
Namun, pandangan berbeda datang dari kalangan akademisi dan aktivis lingkungan. Mereka menegaskan bahwa secara ekologis, kelapa sawit tidak efektif mencegah erosi tanah. Sistem perakaran sawit yang relatif dangkal dinilai tidak mampu mengikat tanah sekuat pohon berkayu keras atau vegetasi hutan alami. Akibatnya, saat hujan deras, air lebih mudah mengalir di permukaan tanah dan mempercepat pengikisan lahan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko banjir dan longsor, terutama jika sawit ditanam secara monokultur tanpa tanaman penutup tanah. Selain itu, alih fungsi hutan menjadi kebun sawit juga disebut dapat mengurangi daya serap air serta mengancam keanekaragaman hayati.
Di tengah polemik ini, para pemerhati lingkungan mengimbau masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan nilai ekonomi suatu tanaman, tetapi juga dampaknya terhadap alam. Mereka mengajak warga untuk menjaga pohon-pohon yang masih ada, menanam tanaman secara beragam, serta menghindari pembukaan lahan yang merusak.
“Menanam itu penting, tapi yang lebih penting adalah menanam dengan bijak. Kita perlu menjaga tanaman dan alam secara bersamaan, karena lingkungan yang sehat hari ini adalah warisan bagi generasi mendatang,” ujar salah satu aktivis lingkungan.
Perdebatan soal sawit ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan masih harus terus dicari titik seimbangnya. Ajakan menanam sawit pun kini tidak lagi sekadar soal produksi, melainkan juga menyentuh tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan alam.

0 komentar